Kenaikan Bobot Indonesia di MSCI Emerging Market Juli 2026

by -54 Views

Bobot Saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Naik, Seiring dengan Pemulihan Pasar

Di tengah perlambatan saham-saham bertema kecerdasan buatan (AI) di pasar global, MSCI Emerging Markets mengalami koreksi yang berdampak pada kinerja pasar saham Korea Selatan. Namun, MSCI Indonesia justru mengalami kenaikan sebesar 12,5% sepanjang bulan Juli 2026, menunjukkan performa yang mengesankan.

Bobot Indonesia di Indeks Emerging Markets

Menurut riset dari Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, bobot Indonesia dalam indeks Emerging Markets telah mencapai titik terendah sebelumnya. Saat ini, bobot Indonesia dalam MSCI EM sudah stabil di sekitar 0,5%, setelah sebelumnya turun hingga 0,4% pada bulan Juni 2025. Perlu diingat bahwa bobot suatu negara dalam MSCI Emerging Markets berpengaruh pada jumlah alokasi dana investor global di pasar saham negara tersebut.

Perkembangan Pasar dan Aliran Dana Asing

Peningkatan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets ini juga didukung oleh pemulihan pasar, di mana MSCI Indonesia berhasil mencatat kenaikan sebesar 12,5% secara month-to-date (MTD). Sementara itu, MSCI EM sendiri mengalami penurunan sebesar 4%, dipengaruhi oleh perlambatan saham-saham terkait AI dan penurunan pasar saham Korea Selatan sebesar 21,6%.

Terjadi penurunan aliran dana asing sebesar Rp 4,1 triliun MTD, dari rata-rata bulanan Rp 12,3 triliun pada semester pertama tahun ini. Hal ini menunjukkan perubahan arah aliran dana yang dapat memengaruhi performa pasar saham Indonesia.

Prospek kedepan

Berdasarkan riset yang dilakukan, MSCI akan mengumumkan hasil tinjauan kuartalan pada tanggal 13 Agustus waktu Jakarta, yang efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus. Diprediksi tidak akan ada penambahan emiten baru atau kenaikan status upward migration, mengingat kebijakan pembekuan masih berlaku hingga saat ini.

Source link