The Fed: Sorotan Utama Pekan Ini

by -57 Views

The Fed Jadi Sorotan, Rupiah dan IHSG Berlawanan Arah

Rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) menjadi perhatian utama pekan ini di pasar keuangan. Pekan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan arah. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan internal yang cukup signifikan.

Sentimen Global dan Internal Mempengaruhi Pasar

Sebuah riset dari Syailendra Capital menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) menghentikan sementara serangan udara ke Iran untuk memberi ruang pada negosiasi diplomatik. Namun, konflik justru meluas ke wilayah Laut Merah dan Laut Kaspia akibat serangan kelompok Houthi ke fasilitas minyak Arab Saudi.

Selain itu, AS juga memberlakukan tarif impor tambahan sebesar 10% terhadap Indonesia berdasarkan Pasal 301 Trade ACT 1974.

Dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate atau suku bunga di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 22 Juli 2026. Keputusan ini diikuti dengan insentif berupa penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) 2% apabila kepemilikan SRBI dan Surat Utang Negara (SUN) di bawah 19% dari total pendanaan, menunjukkan kebijakan yang cenderung dovish.

Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Terlibat dalam Perubahan Ekonomi

Berita dari DPR yang menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Pusat Finansial International Indonesia pada 21 Juli 2026 juga turut memperkuat transformasi ekonomi nasional melalui pembentukan pusat keuangan internasional secara modern.

Tidak hanya itu, Pemerintah Indonesia juga berhasil menghimpun dana sebesar Rp 18,5 triliun melalui penerbitan Panda Bonds dengan tenor tiga tahun (kupon 1,9%) dan lima tahun (kupon 2,19%). Panda Bond ini telah memperoleh peringkat AAA dan outlook stable dari China.

Source link