Singapura Mendominasi Pendanaan Startup di Asia Tenggara
Pertumbuhan startup di Asia Tenggara semakin pesat, dengan Singapura menjadi pusat utamanya dalam beberapa tahun terakhir. Data DealStreetAsia menunjukkan bahwa negara tersebut berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar US$2,57 miliar, yang menyumbang 91,5% dari total pendanaan di kawasan tersebut pada kuartal I-2026.
Sementara itu, Indonesia, yang biasanya dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem startup Asia Tenggara, hanya mampu mendapatkan pendanaan sebesar US$0,03 miliar. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat setelah Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Pangsa Pasar Singapura dalam Pendanaan Startup
Dari segi jumlah kesepakatan pendanaan, Singapura juga unggul dengan meraih 68 kesepakatan, diikuti oleh Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Menurut DealStreetAsia DATA VANTAGE, Singapura terus mendominasi pasar pendanaan startup di kawasan Asia Tenggara, mencerminkan kepercayaan investor pada ekosistem startup yang matang di negara tersebut.
Peningkatan Aktivitas Pendanaan di Malaysia
Di sisi lain, Malaysia menjadi pengecualian positif dengan menempati peringkat kedua dalam jumlah kesepakatan pendanaan. Peningkatan ini, terutama didorong oleh pendanaan tahap awal yang didukung oleh program akselerator NEXEA Venture Capital.
Meskipun Singapura dan Malaysia menonjol dalam ekosistem startup Asia Tenggara, aktivitas pendanaan startup kawasan tersebut secara keseluruhan mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat tantangan dalam mendapatkan pendanaan dalam jumlah besar saat ini.





