Pendanaan Startup di Asean: Tantangan dan Peluang

by -98 Views

Startup di Asia Tenggara Kesulitan dalam Mendapatkan Pendanaan

Pendanaan bagi startup di negara-negara Asia Tenggara masih belum sepenuhnya pulih pada kuartal I-2026. Meskipun nilai total kesepakatan pendanaan meningkat, namun jumlah kesepakatan malah turun. Menurut DealStreetAsia DATA VANTAGE, nilai pendanaan startup di kawasan mencapai US$2,81 miliar, tetapi jumlah kesepakatan hanya 98 pada periode tersebut.

Penurunan Jumlah Kesepakatan

Meskipun nilai pendanaan meningkat secara signifikan, kenyataannya sektor startup di Asia Tenggara hanya melakukan 98 kesepakatan pada kuartal I-2026. Hal ini merupakan angka terendah dalam delapan tahun terakhir. Salah satu transaksi besar yang mendistorsi data adalah putaran pendanaan Seri C senilai US$2 miliar dari DayOne, sebuah perusahaan pusat data berbasis di Singapura.

Transaksi tunggal ini mencakup lebih dari 70% dari total nilai pendanaan yang berhasil dihimpun oleh startup di kawasan Asia Tenggara. Di luar transaksi besar ini, pangsa pasar pendanaan startup masih menunjukkan penurunan yang signifikan.

Pengaruh Tren AI

Meskipun demikian, terdapat sektor startup yang mulai menarik minat investor, yaitu yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI). Startup yang mengembangkan solusi AI berbasis agen dan otomatisasi perusahaan mulai mendapatkan perhatian, terutama di tengah penurunan sektor lain. Perusahaan seperti Amity, yang berfokus pada perangkat lunak AI dan percakapan, berhasil mengumpulkan dana sebesar US$100 juta.

Kehadiran teknologi AI dalam berbagai sektor, seperti analisis data dan machine learning, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan startup di Asia Tenggara. Sebagai contoh, sektor pendanaan startup AI berhasil menempati peringkat kedua setelah fintech, dengan 13 transaksi ekuitas.

Source link