Investasi Direktur Utama PGAS: Pembelian 679 Ribu Saham

by -87 Views

Direktur Utama PGAS Beli Saham Sejumlah 679 Ribu

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Arief Kurnia Risdianto, baru saja melakukan pembelian saham PGAS sebanyak 679.000 lembar. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia, Arief membeli saham tersebut dengan harga Rp 1.470 per saham, total transaksi mencapai Rp 998,13 juta. Arief menjelaskan bahwa tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi, menunjukkan keyakinannya terhadap masa depan perusahaan.

Penambahan Portofolio Saham oleh Arief

Sebelum melakukan pembelian ini, Arief sebelumnya tidak memiliki kepemilikan saham di PGAS. Dengan tambahan pembelian 679.000 saham ini, ia kini menjadi pemilik saham PGAS dengan jumlah tersebut. Harga saham PGAS sendiri pada hari transaksi mengalami kenaikan sebesar 4,64%, ditutup di angka Rp 1.465 per saham. Pergerakan harga saham didukung oleh kinerja pasar yang positif.

Berdasarkan data dari Google Finance, harga tertinggi saham PGAS mencapai Rp 1.480 dan terendah Rp 1.400 per saham. Kapitalisasi pasar PGAS pada sesi tersebut mencapai Rp 35,51 triliun, menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh saham ini.

Situasi Pasar Saham Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari transaksi tersebut berhasil menguat 0,20% menjadi 5.924,36, sedangkan IHSG LQ45 naik 0,32% ke angka 589,25. Mayoritas sektor saham berhasil mengalami kenaikan dan menghijau, memperlihatkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi yang lebih baik.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.918.201 kali dengan volume perdagangan mencapai 18,5 miliar saham dan nilai transaksi harian mencapai Rp 8,9 triliun. Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah diperdagangkan di kisaran 18.057.

Dari 11 sektor saham yang ada, sebagian besar mengalami kenaikan. Sektor energi menjadi yang terbesar naiknya dengan 0,91%, diikuti oleh sektor basic sebesar 0,83%, dan sektor keuangan sebesar 0,72%. Hanya beberapa sektor seperti industri, kesehatan, dan infrastruktur yang mengalami pelemahan dalam kinerja sahamnya.

Source link