Pergerakan IHSG Menguat Sepekan Terakhir
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kenaikan pada perdagangan saham 6-10 Juli 2026. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG menguat sebesar 0,83% menjadi 5.924,36 dibanding posisi sebelumnya di 5.875,78. Kapitalisasi pasar juga naik 0,51% menjadi Rp 10.340 triliun dari Rp 10.287 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
Faktor-Faktor Pendukung Kenaikan IHSG
Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa kenaikan IHSG selama seminggu terakhir didorong oleh sejumlah faktor baik dari dalam negeri maupun global. Selain volume pembelian yang meningkat, terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi pergerakan IHSG. Pertama, peringatan S&P Dow Jones Indices terhadap status pasar Indonesia yang menimbulkan kekhawatiran investor. Kedua, tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sedang mengalami depresiasi dengan level 18.100 saat ini. Ketiga, pergerakan harga komoditas dunia, seperti kenaikan harga minyak menjadi US$ 71 per barel, sementara harga emas sedang melemah di US$ 4.106 per ounce.
Statistik Transaksi IHSG
Selama seminggu terakhir, rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa meningkat 29,69% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali transaksi sebelumnya. Volume transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 16,83% menjadi 20,49 miliar saham dari 17,54 miliar saham pada pekan sebelumnya. Namun, nilai transaksi harian justru mengalami penurunan sebesar 8,88% menjadi Rp 10,27 triliun dari Rp 11,27 triliun sebelumnya.
Di sisi lain, meski IHSG mengalami kenaikan, investor asing melakukan aksi jual saham dengan total mencapai Rp 1,73 triliun. Sebagian besar sektor saham mengalami kenaikan, namun sektor saham infrastruktur menjadi pengecualian dengan turun 2,11%.





