Saham BACH dan EMMI Melonjak Saat Debut Perdagangan
Pada Rabu (8/7/2026), Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyambut kedatangan dua emiten baru, yaitu PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Kedua perusahaan ini sukses mencatatkan saham perdana mereka, yang langsung mencuri perhatian pasar.
BACH: Solusi Genset dan Jasa Konstruksi
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) merupakan perusahaan yang fokus pada penjualan dan penyewaan generator set (genset), serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Saat melakukan penawaran umum perdana (IPO), BACH berhasil mencatatkan total 4.084.430.000 saham di BEI.
Nilai nominal saham BACH ditetapkan sebesar Rp50 per saham, dengan harga penawaran kepada publik mencapai Rp442 per saham. Kapitalisasi pasar perseroan ini mencapai Rp1,805 triliun pada saat pencatatan, menunjukkan potensi yang dimiliki perusahaan dalam sektor penyediaan genset dan layanan infrastruktur telekomunikasi.
Saat perdagangan perdana dimulai, saham BACH langsung melesat. Harga sahamnya naik hingga Rp550 per saham, mengalami kenaikan mencolok sebesar 24,43% dari harga penawaran IPO. Respons positif dari pasar ini menunjukkan antusiasme investor terhadap potensi pertumbuhan BACH di industri yang mereka geluti.
EMMI: Perusahaan Terdaftar ke-5 di BEI Tahun Ini
Di sisi lain, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) juga sukses melantai di Bursa Efek Indonesia. Sebagai perusahaan ke-5 yang tercatat di BEI tahun ini, EMMI menawarkan saham perdana mereka dengan sukses.
Meskipun informasi lebih lanjut tentang kinerja perdagangan EMMI belum dirilis, keberhasilan BACH dan posisinya sebagai perusahaan tercatat ke-4 di BEI tahun ini memberikan gambaran positif bagi EMMI.
Dengan demikian, kedua perusahaan ini menjadi sorotan utama di pasar modal Indonesia. Keberhasilan mereka dalam menghadapi tantangan awal perdagangan saham mencerminkan potensi dan kepercayaan investor terhadap bisnis dan strategi pertumbuhan yang mereka tawarkan.





