Bursa Saham Asia Tergelincir Menanti Keputusan Suku Bunga AS
Bursa saham Asia Pasifik dibuka melemah pada perdagangan hari ini Rabu, 17 Juni 2026, dipicu oleh sikap hati-hati investor yang menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).
Kondisi Bursa Saham Asia Pasifik
Seiring dengan hal tersebut, terlihat bahwa indeks Kospi Korea Selatan mengalami penurunan sebesar 1,02% saat pembukaan perdagangan. Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga terpantau bergerak negatif namun dengan penurunan yang lebih terbatas.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,20%, namun indeks Topix justru menguat 0,46%. Selain itu, indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, juga terkoreksi sebesar 0,17% pada awal perdagangan.
Pergerakan Pasar di Asia dan Wall Street
Adapun kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong tercatat sedikit lebih tinggi di level 24.510, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di posisi 24.493,95. Pelemahan pasar Asia ini menyusul pergerakan beragam di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat.
Kontrak berjangka saham AS cenderung bergerak datar menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve. Futures Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan sekitar 47 poin atau 0,1%, sementara S&P 500 sedikit menguat dan Nasdaq 100 naik kurang dari 0,1%.
Rekor Tertinggi di Dow Jones
Pada perdagangan reguler sebelumnya, tercatat bahwa indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor tertinggi intraday dan penutupan baru setelah naik 328,64 poin atau 0,64%. Indeks saham unggulan ini bahkan berhasil menembus level psikologis 52.000 untuk pertama kalinya, namun akhirnya ditutup sedikit di bawah level tersebut. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,57% dan Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam sebesar 1,15%.





