IHSG Melemah ke 5.594: Analisis Sepekan Terbaru

by -86 Views

IHSG Melesat dan Terjun Bebas di Akhir Pekan

Pada perdagangan saham 2-5 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami koreksi yang cukup tajam. Penurunan IHSG ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan aksi jual saham yang dilakukan oleh investor.

Koreksi IHSG

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun sebesar 8,69% dan ditutup pada level 5.594,76. Pekan sebelumnya, IHSG juga mengalami penurunan sebesar 0,56% menjadi 6.127,38. Kapitalisasi pasar pun ikut terpangkas sebesar 8,59% menjadi Rp 9.087 triliun dari Rp 10.729 triliun.

Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebutkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 1,3% dalam seminggu menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi koreksi IHSG. Selain itu, investor asing juga melepas saham dengan total Rp 7,38 triliun selama seminggu tersebut, meskipun jumlah penjualan sudah berkurang dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp 12,34 triliun.

Sentimen dan Proyeksi

Diperkirakan, IHSG masih rentan untuk melanjutkan koreksi pada hari perdagangan berikutnya. IHSG diperkirakan akan bergerak antara level support 5.517 dan level resistance 5.734. Herditya pun memprediksi bahwa sentimen yang terjadi pekan ini kemungkinan akan berlanjut pada pekan depan.

Sementara itu, terjadi peningkatan tertinggi pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang mencapai 14,11% menjadi 2,41 juta kali transaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada pekan lalu. Volume transaksi harian di BEI juga mengalami kenaikan sebesar 8,66% menjadi 33,63 miliar saham dari 30,95 miliar saham.

Selama sepekan tersebut, semua sektor saham mengalami tekanan, di mana sektor transportasi dan logistik menjadi yang terpangkas terbesar dengan 14,08%. Disusul oleh sektor industri yang melemah sebesar 13,32% dan sektor infrastruktur yang turun sebesar 11,62%.

Selanjutnya, sektor energi turun 10,32%, sektor basic materials merosot 10,85%, sektor consumer nonsiklikal melemah 10,04%, sektor consumer siklikal susut 8,29%, sektor perawatan kesehatan tergelincir 9,96%, sektor keuangan turun 6,74%, sektor properti dan real estate melemah 11,33%, serta sektor teknologi turun 9,11%.

Source link