Koreksi IHSG Sepekan Lalu Dikarenakan Beragam Sentimen Eksternal dan Internal
Pada periode perdagangan saham 25-29 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa IHSG terpangkas sebesar 0,56%, turun dari 6.162,04 menjadi 6.127,38. Sementara itu, kapitalisasi pasar naik menjadi Rp 10.729 triliun.
Faktor-faktor yang Mendorong Koreksi IHSG
Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono, menjelaskan bahwa koreksi IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, terbatasnya jumlah hari perdagangan dalam minggu tersebut. Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketiga, rebalancing MSCI. Dan keempat, perhatian investor terhadap perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.
Selain itu, frekuensi transaksi harian menurun menjadi 2,11 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pekan sebelumnya. Volume transaksi harian juga mengalami penurunan menjadi 30,95 miliar saham dari 36,67 miliar saham. Nilai transaksi harian rata-rata juga turun menjadi Rp 28,38 triliun dari Rp 21,77 triliun.
Investor asing tercatat melepas saham senilai Rp 12,34 triliun selama minggu tersebut. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang hanya Rp 807,68 miliar.
Performa Sektor Saham
Dari 11 sektor saham, mayoritas mengalami pelemahan. Sektor energi turun 1,17%, industri terperosok 2,3%, consumer nonsiklikal tergelincir 2,45%, dan perawatan kesehatan turun 2,2%. Sementara itu, sektor keuangan terpangkas 1,16%, properti dan real estate susut 1,96%, serta teknologi tergelincir 0,87%.
Di sisi lain, sektor basic materials bertambah 0,79%, consumer siklikal naik 0,02%, infrastruktur melemah 3,87%, dan transportasi serta logistik melompat 4,69%.





