Hizbullah Tolak Kesepakatan Israel-Lebanon: Perdamaian Hanya Mimpi?

by -84 Views

Hizbullah Tolak Kesepakatan Israel-Lebanon, Harapan Perdamaian Terancam

Hizbullah Menolak Kesepakatan Gencatan Senjata

Jakarta, CNBC Indonesia – Harapan meredanya konflik di Lebanon kembali berada di ujung tanduk setelah kelompok Hizbullah secara terbuka menolak rencana gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan telah disepakati oleh pemerintah Lebanon serta Israel. Penolakan tersebut memunculkan keraguan besar mengenai masa depan penghentian pertempuran di Lebanon sekaligus prospek pembicaraan damai yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Kamis (4/6/2026) menyebut proposal tersebut sebagai ancaman langsung terhadap masyarakat Lebanon. Dia menggambarkan rencana itu sebagai “peta jalan untuk memusnahkan sebagian rakyat Lebanon”.

Ia menegaskan bahwa Hizbullah hanya akan menerima penghentian perang secara menyeluruh yang disertai penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon. Qassem juga memperingatkan bahwa selama desa-desa di Lebanon masih menjadi sasaran serangan, wilayah utara Israel tidak akan pernah benar-benar aman.

Konsekuensi Penolakan Hizbullah

Penolakan Hizbullah terhadap kesepakatan gencatan senjata telah menimbulkan ketidakpastian dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Pemerintah Lebanon, yang telah berupaya menjalin kesepakatan damai dengan Israel, sekarang dihadapkan pada tantangan berat untuk mengimplementasikan gencatan senjata tanpa dukungan Hizbullah.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam memperingatkan bahwa pihak yang menghambat atau menolak gencatan senjata harus bertanggung jawab atas konsekuensi yang timbul.

Di tengah situasi ini, konflik bersenjata masih sering terjadi di wilayah perbatasan antara Lebanon dan Israel, dengan kedua belah pihak saling melancarkan serangan.

Iran dalam Peranannya

Sikap penolakan Hizbullah juga diketahui sejalan dengan tuntutan Iran yang mendukung kelompok tersebut. Iran, bersama dengan Hizbullah, memiliki peran penting dalam dinamika konflik di wilayah tersebut.

Beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata terbaru, Teheran menegaskan bahwa Israel harus mundur ke posisi semula sebagai syarat untuk mencapai perdamaian lebih lanjut.

Source link