Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia Dikritik dan Dipuji
Menurut Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional. Hal ini disambut dengan beragam tanggapan dari berbagai pihak.
Meningkatkan Transparansi dan Pencatatan Devisa Ekspor
Dalam pandangan David, keberadaan DSI berpotensi untuk meningkatkan transparansi ekspor, meningkatkan kualitas pencatatan devisa hasil ekspor, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap tata kelola perdagangan Indonesia. Komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy memiliki kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional, maka diperlukan sistem pengelolaan yang lebih transparan.
Pembentukan DSI diharapkan dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat pengawasan, menciptakan tata kelola ekspor yang lebih akuntabel, serta memastikan nilai ekonomi dari komoditas SDA tercatat secara optimal untuk kesejahteraan perekonomian nasional.
Dampak Positif dari Segi Ekonomi
Dari perspektif ekonomi, David menganggap bahwa DSI memiliki potensi untuk memperkuat monitoring ekspor, memperbaiki pencatatan devisa hasil ekspor, serta menekan praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini menjadi perhatian dalam tata kelola perdagangan komoditas.
Apabila implementasinya optimal, kebijakan ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap penguatan cadangan devisa, peningkatan penerimaan negara, stabilitas nilai tukar, dan menciptakan pencatatan pendapatan emiten ekspor yang lebih wajar dan transparan.
Dengan beragam harapan dan kritik yang disampaikan terkait pembentukan DSI, akan menjadi menarik untuk melihat bagaimana langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil demi memperkuat tata kelola ekspor komoditas SDA strategis bagi kemajuan perekonomian Indonesia.





