Surga dan Neraka di Jantung Arab: Perang Timur Tengah

by -94 Views

UEA: Dari Surga Menjadi Neraka Akibat Perang Timur Tengah

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mengguncang fondasi ekonomi salah satu negara paling kaya dan paling stabil di kawasan Teluk, yakni Uni Emirat Arab. Negara yang selama puluhan tahun memasarkan diri sebagai pusat bisnis global yang aman kini justru ikut terseret langsung ke pusaran perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

UEA disebut menjadi negara yang paling banyak menerima serangan rudal dan drone Iran dibandingkan negara lain di kawasan selama perang berlangsung. Serangan tersebut, ditambah kendali Iran atas Selat Hormuz, membuat ekspor minyak mentah dan gas alam UEA anjlok lebih dari separuh. Sektor pariwisata dan konferensi internasional yang menjadi andalan Dubai juga mulai terpukul keras.

Langkah Strategis UEA Menghadapi Krisis

UEA berusaha menampilkan diri tetap tenang menghadapi situasi tersebut. Namun pemerintah mulai mengambil langkah besar, termasuk mengumumkan rencana pembangunan jalur pipa baru untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Selain itu, negara tersebut juga memutuskan keluar dari kartel minyak OPEC agar dapat meningkatkan produksi energi dalam jangka panjang.

Posisi UEA semakin terjerat dalam konflik meskipun perang dimulai oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran. Serangan drone terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah memperlihatkan bahwa risiko keamanan masih sangat tinggi meskipun gencatan senjata rapuh tengah berlangsung.

Kebijakan Agresif dan Kontribusi UEA dalam Konflik

UEA merupakan federasi tujuh kerajaan kecil yang dipimpin secara monarki. UEA pernah terlibat dalam konflik di Yaman melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Negara itu juga membantu membawa Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi berkuasa pada 2013.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat kemampuan UEA mengekspor minyak dan gas terganggu besar. Negara hanya mampu mengekspor sekitar 1,8 juta barel minyak per hari melalui jalur pipa menuju Fujairah di Teluk Oman yang berada di luar Selat Hormuz. Sementara itu, sektor pariwisata dan konferensi internasional UEA juga terpukul parah karena lebih dari 70 acara internasional terganggu sejak perang dimulai.

Kondisi Bisnis dan Dunia Seni di UEA

Tingkat hunian hotel turun hingga sekitar 20% dengan proyeksi penurunan lebih lanjut menjadi 10% pada kuartal Juni. Moody’s memperingatkan tingkat okupansi kemungkinan tetap rendah hingga sepanjang 2026 karena ketidakpastian konflik.

Dubai berupaya menunjukkan kota ini terbuka bagi dunia internasional dengan tetap menggelar pameran seni tahunan, walaupun dalam versi yang lebih kecil. Seniman-seniman menyoroti tema konflik dan ketegangan dalam karyanya sebagai refleksi dari situasi global yang ada.

UEA terus berjuang menghadapi dampak perang Timur Tengah yang merusak ekonomi dan stabilitas negara. Langkah-langkah strategis di tengah ketegangan geopolitik menjadi tantangan tersendiri bagi UEA dalam menghadapi situasi ini.

Source link