Indeks Emerging Market MSCI: Indonesia Tetap Berada di Pasar Berkembang
Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market (pasar berkembang) dalam jajaran indeks globalnya. Hal ini membuat Indonesia tetap menjadi salah satu dari 24 negara yang masuk dalam indeks pasar berkembang MSCI, menurut laman resmi MSCI Emerging Markets Indexes.
Indeks ini menjadi acuan penting bagi investor institusi global dalam menempatkan dana di negara-negara berkembang. Total aset acuan (assets under management) mencapai lebih dari USD 1,8 triliun, mengindikasikan posisi penting Indonesia di pasar global.
Sejarah Indeks Emerging Market MSCI
MSCI pertama kali meluncurkan indeks emerging markets pada 1988 dan hingga kini menjadi salah satu benchmark yang sangat berpengaruh bagi manajer investasi global. Keputusan MSCI dalam menempatkan suatu negara dalam kelompok pasar berkembang atau tidak, dapat memberikan dampak signifikan terhadap minat investor dalam menanamkan modalnya.
Perubahan dalam Indeks MSCI Global
Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil penyesuaian indeks global atau index review periode Mei 2026. Dalam peninjauan kali ini, sejumlah saham Indonesia tercatat keluar dari indeks MSCI, baik pada kategori Global Standard Indexes maupun Global Small Cap Indexes, dengan minim tambahan baru.
Pada MSCI Global Standard Indexes, tidak ada saham Indonesia yang masuk dalam rebalancing kali ini. Sebaliknya, MSCI menghapus enam saham domestik dari indeks tersebut, antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).





