AIHII dan UI Soroti Peran Anak Muda dalam Menyikapi Ancaman Global

by -125 Views

Kekhawatiran akan pecahnya perang dunia kembali marak diperbincangkan baik di media sosial maupun percakapan sehari-hari, mencerminkan keresahan banyak orang terhadap dinamika global. Melihat situasi tersebut, Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) Chapter Jabodetabek pun menggelar IR Youth Talks#1 sebagai wadah untuk berdialog dan menelaah situasi dunia saat ini.

Diskusi ini diadakan pada 21 April 2026 di Auditorium Suwantji Sisworahardjo, FISIP Universitas Indonesia, dengan tema “Indonesia dalam Dinamika Geopolitik Global”. Kegiatan ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa, akademisi, hingga pejabat negara, sehingga berbagai sudut pandang dapat terjembatani secara terbuka.

Anggy Pasaribu, sebagai jurnalis dan founder “Story of Anggy”, membuka diskusi dengan mempertanyakan dasar kekhawatiran publik tentang kemungkinan terjadinya perang dunia. Ia mengajak peserta agar tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan dan sebaiknya menelaah faktor-faktor global dengan lebih mendalam.

Dalam menanggapi keresahan tersebut, Brigjen TNI Aloysius Nugroho Santoso dari Lemhannas RI menegaskan pentingnya kesiapan bangsa menghadapi segala ketidakpastian global, bukan sekadar mengkhawatirkan kemungkinan besar perang dunia. Menurutnya, generasi muda perlu mempertajam pemahaman serta meningkatkan kapasitas adaptasi terhadap perubahan dunia.

Aloysius juga menguraikan bagaimana lembaganya secara sistematik mengidentifikasi potensi ancaman global dengan menyusun berbagai skenario, memetakan kerentanan nasional, serta mengkaji ketergantungan strategis Indonesia pada energi dan pangan luar negeri. Situasi geografis Indonesia yang strategis di kawasan Indo-Pasifik membuatnya rentan terhadap dinamika kekuatan global.

Setiap krisis global, katanya, bisa berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan nasional di Indonesia. Oleh karena itu, ia menyoroti pentingnya penguatan ideologi Pancasila sebagai pondasi utama ketahanan nasional, bukan hanya mengandalkan kekuatan ekonomi maupun militer.

Menurut Aloysius, fondasi ideologi yang kokoh akan membantu bangsa Indonesia tetap bersatu menghadapi tekanan global. Ia menekankan, “Ketahanan bangsa tak mungkin terjaga tanpa nilai-nilai persatuan yang kuat”.

Sementara itu, Broto Wardoyo dari Universitas Indonesia menawarkan pendekatan konseptual mengenai transformasi sistem internasional. Ia mengingatkan bahwa konflik yang kini terjadi hanyalah bagian dari proses perubahan global dan belum tentu mengarah kepada perang dunia, melainkan transformasi tata dunia baru.

Ia juga menyinggung bagaimana munculnya figur seperti Donald Trump mempercepat ketidakpastian dalam sistem global melalui kebijakan-kebijakan yang kontroversial. Dunia kini tengah menghadapi krisis berlapis, dari energi, geopolitik, hingga ekonomi, yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Broto memperkenalkan gagasan resilience-based hedging, yaitu mengkombinasikan keluwesan diplomasi luar negeri dengan penguatan kapasitas domestik secara berkelanjutan. Dengan cara ini, Indonesia diharapkan bisa lebih tahan banting terhadap dampak berbagai krisis internasional yang mungkin datang silih berganti.

Rangkaian IR Youth Talks juga mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, dan mahasiswa dalam dialog yang egaliter. Dengan kolaborasi dari enam kampus anggota AIHII se-Jabodetabek, forum ini ingin membangun kesadaran politik internasional di kalangan pemuda.

Dalam sambutan, Jeanne Francoise dari President University menegaskan perlunya memperluas pemahaman isu global ke generasi muda lintas kampus. Diskusi seperti ini penting agar generasi penerus bangsa tidak hanya pasif, melainkan mampu membaca bahkan merespon persoalan-persoalan internasional dengan bijak.

Sebagai penutup, Anggy Pasaribu menegaskan pentingnya menjaga etika dalam setiap dialog publik terkait isu-isu global. Ia mengingatkan, kritik sangat penting namun harus disampaikan secara konstruktif dan dalam ruang yang tepat. Dalam berkontribusi terhadap isu publik, Anggy menyarankan anak muda untuk memulai dari pemahaman menyeluruh, bukan sekadar reaksi emosional.

Dengan demikian, IR Youth Talks memberi ruang bagi generasi muda untuk memahami dinamika dunia secara jernih dan membangun daya tahan nasional berbasis pengetahuan serta nilai kebangsaan. Ketidakpastian memang nyata, namun upaya penguatan diri menjadi modal utama menghadapi apapun kemungkinan yang akan datang.

Sumber: Diskusi Geopolitik Di UI Soroti Risiko Global Bagi Anak Muda
Sumber: Diskusi Geopolitik Di UI Bahas Isu Perang Dunia, Anak Muda Diminta Siap Hadapi Risiko