Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengalami penurunan saat penutupan perdagangan sesi pertama pada Rabu (25/3/2026). Saham ini turun secara signifikan mencapai 7,74% dibandingkan dengan penutupan sebelumnya, berada di level 4.050. Pergerakan fluktuatif terjadi sepanjang sesi pagi, namun saham tetap berada di zona tekanan jual. Dengan level tertinggi 4.090 dan terendah 3.980, saham stabil di kisaran 4.050 menjelang penutupan sesi pertama.
Hal ini sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga melemah pada hari tersebut. IHSG dibuka turun 0,31% ke posisi 7.084,62 setelah libur panjang Lebaran 2026. Meskipun secara fundamental, kinerja BBNI masih relatif positif dengan pendapatan kuartal IV 2025 mencapai Rp 12,99 triliun atau tumbuh 2,76% tahunan, serta pertumbuhan laba per saham (EPS) sebesar 1,04%.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 149,54 triliun dan rasio price to earnings (P/E) di level 7,54, saham BBNI masih menjadi sorotan investor. Meskipun demikian, tekanan harga lebih dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek dari pelaku pasar, sehingga potensi pergerakan lanjutan di sesi perdagangan berikutnya turut menjadi perhatian.





