Krisis LPG Memaksa Warga India Kembali Ke Kayu dan Arang

by -189 Views

Krisis pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) mulai dirasakan di India, dimana lonjakan harga LPG di pasar gelap memaksa warga miskin kembali menggunakan kayu dan arang untuk memasak. Kenaikan harga ini terjadi sebagai akibat dari gangguan pasokan energi global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah, dimana India sebagai salah satu importir terbesar LPG sangat bergantung pada pasokan dari kawasan tersebut. Harga tabung gas di ibu kota New Delhi telah melonjak drastis, membuat warga harus membeli LPG dengan harga hampir setara dengan gaji bulanan sebagian pekerja. Sheela Kumari (36), seorang pekerja rumah tangga, menyatakan bahwa keluarganya terpaksa kembali menggunakan kayu dan arang karena tak mampu membeli LPG lagi. Konsumsi bahan bakar tradisional ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi anak-anak. Banyak warga, termasuk yang memiliki riwayat asma seperti Munni Bai (45), beralih kembali ke bahan bakar tradisional akibat harganya yang mahal. Permasalahan pasokan LPG di India juga terkait dengan akses, dimana pekerja migran yang tidak memiliki dokumen resmi harus bergantung pada pasar informal yang mengalami lonjakan harga akibat penimbunan. Situasi ini tidak hanya memperburuk kualitas udara di New Delhi, kota dengan polusi udara tertinggi di dunia, namun juga mengancam program pemerintah India “Ujjwala” yang telah menyediakan jutaan sambungan LPG bagi rumah tangga miskin.

Source link