Rencana CIA di Iran: Pemberontakan Kelompok Tersebut

by -58 Views

Badan intelijen Amerika Serikat, CIA, sedang merencanakan untuk membewapai pasukan Kurdi dengan tujuan memicu pemberontakan di Iran. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh beberapa sumber yang mengungkapkan rencana tersebut kepada CNN. Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan sedang melakukan diskusi aktif dengan kelompok oposisi Iran dan para pemimpin Kurdi di Irak terkait kemungkinan dukungan militer. Pasukan Kurdi Iran yang beroperasi di perbatasan Irak-Iran, terutama di wilayah Kurdistan Irak, telah merilis pernyataan yang mengisyaratkan aksi segera menentang pasukan militer Iran.

Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan terhadap kelompok Kurdi dengan menggunakan puluhan drone. Pada Selasa, Presiden Trump berkomunikasi dengan Presiden Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI), Mustafa Hijri, yang merupakan salah satu kelompok yang menjadi sasaran serangan IRGC. Pejabat senior Kurdi Iran memprediksi pasukan oposisi Kurdi Iran akan ambil bagian dalam operasi darat di Iran barat dalam waktu dekat dengan harapan dukungan dari AS dan Israel.

Meskipun rencana tersebut ada, CIA menolak untuk memberikan komentar terkait laporan ini. Analis keamanan nasional CNN, Alex Plitsas, menyebut AS sedang berusaha memulai proses penggulingan rezim Iran dengan mempersenjatai pasukan Kurdi. Namun, tidak semua pihak setuju dengan langkah tersebut, di mana ada kekhawatiran akan stabilitas di wilayah tersebut. Menurut sejarah hubungan AS-Kurdi yang panjang, keputusan Trump untuk menarik pasukan dari Suriah meninggalkan keterkejutan bagi sekutu Kurdi di sana.styleTypeHarusAda penekanan pada fakta bahwa rencana pembangkangan sedang direncanakan oleh CIA dengan pasukan Kurdi. Berbagai diskusi sedang berlangsung antara pemerintahan Trump dan kelompok Kurdi untuk berusaha memicu pemberontakan di Iran. Meskipun rencana ini ada, banyak pihak yang mengekspresikan kekhawatiran atas stabilitas wilayah tersebut. Hal ini terkait dengan sejarah panjang hubungan antara AS dan Kurdi yang berdampak pada kepercayaan timbal balik. Helen Smith, seorang analis keamanan nasional yang berbasis di Washington, menyatakan bahwa Amerika Serikat tengah berupaya melakukan gertakan dengan menyasar kelompok oposisi di Iran. Menanggapi laporan tersebut, CIA menolak memberikan komentar.

Source link