Jaguar telah mengambil langkah radikal dengan menghentikan total produksi model bermesin pembakaran mereka setelah beroperasi selama 90 tahun. Meskipun demikian, kabar terbaru mengindikasikan kemungkinan mobil listrik canggih mereka, Type 00, akan dilengkapi dengan mesin pembakaran sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuhnya. Dengan was-was terkait jarak tempuh mobil listrik, Jaguar berupaya meredam kekhawatiran ini dengan menghadirkan versi EREV yang memiliki kemampuan menempuh hingga 1.100 km.
Meskipun belum ada kepastian tentang kapan versi EREV ini akan diluncurkan, spekulasi mengatakan hal ini mungkin terjadi bersamaan dengan versi EV standar pada akhir tahun ini. Jaguar juga sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan merek lain untuk mengembangkan model-model dengan pemanjang jarak tempuh di pasar Cina. Namun, keputusan ini masih dalam tahap perencanaan dan belum ada kepastian mengenai peluncurannya.
Secara keseluruhan, keputusan Jaguar untuk mengeksplorasi kemungkinan menambahkan mesin pembakaran pada model listrik mereka menimbulkan perdebatan. Meskipun hal ini dapat menjadi solusi bagi kekhawatiran jarak tempuh, ada pertimbangan yang perlu diambil dalam hal biaya dan penyesuaian rekayasa untuk menampung mesin tambahan. Sebagai pelopor mobil listrik mewah, Jaguar harus mempertimbangkan kembali strategi ini dengan matang sebelum memutuskannya, mengingat konsekuensi finansial dan teknisnya. Semua ini dapat memengaruhi posisi Jaguar di pasar otomotif global dan persepsi konsumen terhadap merek ini.





