Saham Melonjak Saat Debut, Pendiri Perusahaan AI China Miliarder

by -19 Views

Perusahaan rintisan artificial intelligence (AI) China, grup MiniMax, mencatat lonjakan dua kali lipat pada perdagangan perdana di Bursa Hong Kong. Pencatatan saham MiniMax membuatnya menjadi perusahaan pengembang model AI kedua dari China yang menggelar penawaran umum saham. Dana IPO yang berhasil dihimpun mencapai 4,8 miliar dolar Hong Kong atau sekitar USD 620 juta setara dengan Rp 10,44 triliun. Saham MiniMax ditutup dengan kenaikan 109% dari harga perdana, mencapai 345 dolar Hong Kong. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2022 dan didukung oleh investor seperti Alibaba dan Tencent Holdings, fokus pada pengembangan aplikasi AI seperti chatbot, pembuatan gambar, dan video.

Dalam upaya untuk bersaing dengan perusahaan AI AS serta menghadapi pembatasan ekspor chip canggih dari Amerika Serikat, perusahaan AI China semakin meningkatkan upaya penggalangan dana. MiniMax melayani lebih dari 200 juta pengguna di berbagai negara dan wilayah, dengan pendapatan sebesar USD 53,4 juta dalam sembilan bulan terakhir. Meskipun mencatat kerugian bersih sebesar USD 512 juta, saham MiniMax berhasil meraih kesuksesan pada debut perdagangan. Saat ini, MiniMax serta perusahaan AI China lainnya seperti Zhipu menjadi pesaing yang mampu menyaingi raksasa AI dari Amerika Serikat seperti OpenAI.

Source link