Pasar modal Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif namun masih memiliki ruang perbaikan, terutama pada saham-saham unggulan dalam indeks LQ45. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengungkapkan bahwa meskipun IHSG mengalami penguatan signifikan, saham-saham berkapitalisasi besar masih memiliki kinerja yang kurang memuaskan. Indeks LQ45 hanya tumbuh 2,41% di bawah IHSG. Kontribusi pasar saham terhadap PDB Indonesia meningkat namun masih di bawah negara tetangga seperti India, Thailand, dan Malaysia. Transaksi investor ritel di pasar saham domestik juga meningkat, yang menuntut perlindungan investor, integritas pasar, serta literasi dan edukasi yang lebih baik untuk menjaga partisipasi investor ritel yang sehat dan berkelanjutan.
Memahami Free Float dan Perlindungan Investor





