Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki target ambisius untuk masuk ke dalam posisi 10 besar bursa efek terbesar di dunia dalam waktu lima tahun mendatang. Hal ini terwujud melalui Master Plan BEI 2026-2030 yang bertujuan untuk menguatkan pasar modal Indonesia. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, berfokus pada pengembangan pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global. Diharapkan langkah ini akan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak terkait. Master Plan BEI 2026-2030 menetapkan visi besar untuk membangun pasar modal Indonesia yang lebih maju dan terhubung secara global. Indonesia diharapkan dapat bersaing di level internasional dan memberikan manfaat yang optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, BEI juga menetapkan asumsi dan target khusus untuk tahun 2026, termasuk Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp 15 triliun dan 555 pencatatan efek, termasuk 50 saham baru.
Pasar Saham Berperan Besar: PDB Indonesia Meningkat 72% Tahun 2025





