Negara NATO Aktifkan Mode Perlawanan untuk Berhadapan dengan AS

by -41 Views

Ketegangan diplomatik antara Denmark dan Amerika Serikat (AS) mencapai titik tertinggi pada awal tahun 2026. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap upaya pemerintah Donald Trump untuk menguasai Greenland. Presiden AS Donald Trump telah menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk Greenland, menegaskan ambisinya untuk ‘mempunyai’ pulau terbesar di dunia demi kepentingan keamanan nasional.

Dalam pidato resminya, PM Frederiksen mengecam segala bentuk ancaman dan tekanan yang diterima dari sekutunya tersebut. Sementara itu, Raja Frederik X juga menyoroti masa sulit ini dalam pidato malam tahun baru, memberikan dukungan kepada rakyat Greenland dan meningkatkan program pelatihan militer sebagai respons atas ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut.

Presiden Trump beralasan bahwa AS membutuhkan Greenland karena lokasinya yang strategis di Arktik dan kekayaan sumber daya mineralnya. Namun, penunjukan Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland memicu kemarahan di Kopenhagen, menyebabkan Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, untuk memanggil duta besar AS. Hubungan kedua sekutu NATO ini pun dihadapkan pada titik terendah, dengan Dinas Intelijen Denmark mengidentifikasi AS sebagai potensi ancaman terhadap keamanan nasional mereka.

Laporan intelijen menunjukkan bahwa AS telah menggunakan kekuatan ekonomi, termasuk ancaman tarif tinggi, untuk mencapai tujuannya, bahkan tidak mengecualikan penggunaan kekuatan militer terhadap sekutunya sendiri. Dengan situasi yang semakin memanas, kedua negara harus mencari solusi untuk meredakan ketegangan dan memulihkan hubungan diplomatik yang tegang.

Source link