Israel Tembus Negara Arab: Konvoi Militer-Warga Ketakutan

by -85 Views

Ketegangan di perbatasan Suriah-Israel memuncak setelah lima kendaraan militer Israel dilaporkan menembus sebuah desa di wilayah pedesaan Quneitra pada Minggu (16/11/2025), menjadi salah satu pelanggaran terbaru terhadap kedaulatan Suriah. Berdasarkan laporan dari kantor berita resmi Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA), konvoi tersebut memasuki kota Saida al-Golan di wilayah selatan Quneitra sebelum akhirnya mundur kembali ke arah perbatasan. Selain itu, pasukan Israel juga melakukan penggerebekan di pinggiran desa Ma’riya di sebelah barat provinsi Daraa.

Serangkaian infiltrasi ini menimbulkan keresahan di daerah perbatasan, dengan pasukan Israel diduga sering memasuki lahan pertanian warga, menghancurkan hutan, menangkap penduduk, dan mendirikan pos pemeriksaan militer baru. Pelanggaran seperti ini terjadi di tengah catatan agresi lintas batas yang semakin meningkat. Data pemerintah Suriah menunjukkan bahwa sejak Desember 2024, militer Israel telah melakukan lebih dari 1.000 serangan udara dan lebih dari 400 serangan lintas batas ke provinsi-provinsi selatan Suriah.

Kompleksitas situasi semakin bertambah setelah kejatuhan rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024, yang memberi Israel kesempatan untuk menguasai Dataran Tinggi Golan. Israel diketahui menduduki zona penyangga demiliterisasi, yang seharusnya bersifat netral sesuai dengan Perjanjian Pemisahan Pasukan tahun 1974 antara kedua negara. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran langsung terhadap kesepakatan yang telah lama menjamin stabilitas di daerah sensitif tersebut.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Israel atau pihak internasional terkait insiden terbaru ini, tetapi frekuensi operasi militer Israel di kawasan tersebut menunjukkan eskalasi yang terus berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa konflik di perbatasan Suriah-Israel masih berlanjut tanpa tanda-tanda mereda.

Source link