PT Kimia Farma Tbk melaporkan kinerja keuangan yang beragam selama semester I 2025. Penjualan bersih Perseroan turun tipis namun berhasil mengurangi kerugian. Menurut laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 September 2025, PT Kimia Farma Tbk mencatat penjualan bersih sebesar Rp 4,36 triliun hingga bulan Juni 2025, mengalami penurunan 16,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,21 triliun.
Beban pokok penjualan berhasil dipangkas sebesar 22,72% menjadi Rp 2,80 triliun hingga bulan Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bruto Perseroan juga mengalami penurunan tipis sebesar 1,16% menjadi Rp 1,49 triliun hingga bulan Juni 2025.
Dalam usahanya, Perseroan berhasil memangkas beban usaha menjadi Rp 1,49 triliun, turun 14,31% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan lain-lain juga mengalami penurunan menjadi Rp 7,02 miliar dari semester pertama 2024. Kimia Farma juga berhasil mengurangi rugi kurs menjadi Rp 475,28 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan capaian ini, Kimia Farma berhasil mengurangi rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 58,10% menjadi Rp 95,01 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan mencatat ekuitas yang turun sedikit menjadi Rp 3,29 triliun hingga semester I 2025 dari bulan Desember 2024.
Sementara itu, liabilitas Perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp 11,6 triliun dari Desember 2024. Kimia Farma juga mencatat aset sebesar Rp 14,97 triliun hingga 30 Juni 2025. Perseroan juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 232,66 miliar hingga bulan Juni 2025.





