Bursa saham Asia Pasifik mengalami penurunan pada hari Selasa, 19 Agustus 2025. Penurunan ini dipicu oleh situasi di wall street menjelang pertemuan the Federal Reserve (the Fed) akhir pekan ini. Selain itu, investor juga memantau pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan pemimpin Eropa di Gedung Putih untuk mengatasi konflik Ukraina-Rusia.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami penurunan 0,38% menjadi 43.546,29 setelah mencatat rekor tertinggi sebelumnya. Sedangkan indeks Topix turun 0,14% menjadi 3.116,63.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,81% dan ditutup pada 3.151,56. Sementara itu, indeks Kosdaq merosot 1,26% menjadi 787,96.
Sementara itu, indeks CSI 300 di China turun 0,38% menjadi 4.223,37 setelah mencapai level tertinggi sejak Oktober 2024. Indeks Hang Seng di Hong Kong stagnan, sementara indeks ASX 200 di Australia turun 0,7% dan ditutup pada 8.896,2.
Di India, indeks Nifty 50 menguat 0,44% dan indeks BSE Sensex naik 0,48%. Hal ini merupakan gambaran dari kondisi bursa saham Asia Pasifik pada hari tersebut.
IHSG 19 Agustus 2025: Tergelincir 0,45%, Saham KRAS Melonjak





