Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan bahwa Lanal Gorontalo telah menyiapkan tiga titik posko tanggap darurat tsunami setelah gempa Rusia. Posko tersebut terletak di Mako Satuan Tugas (Satgas) Lanal Kwandang, Mako Lanal Gorontalo, dan Posal Kwandang. Ada dua unit gedung Lanal Gorontalo yang menampung 80 pengungsi dari Desa Leato Selatan, termasuk 43 laki-laki dan 37 perempuan. Selain itu, disiapkan satu unit ambulans dan dua sekoci karet yang standby, dengan personel Lanal Gorontalo yang membuka balai pengobatan di setiap posko. Lanal Gorontalo juga memastikan keamanan alutsista seperti Kapal Angkatan Laut (KAL) dan perahu lainnya seperti CB, RBB, dan sea rider. Para nelayan diingatkan untuk tidak melaut sampai situasi aman, sementara komunikasi sosial dilakukan oleh personel TNI AL dan Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) untuk mengingatkan masyarakat pesisir agar waspada. Gempa bumi 8,7 magnitude di Rusia berpotensi menimbulkan tsunami di beberapa wilayah Indonesia, dan BMKG telah memperingatkan adanya status waspada dengan ketinggian tsunami kurang dari 0,5 meter. Berbagai wilayah seperti Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, dan lainnya diyakini akan terdampak. Langkah antisipasi ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana yang dihadapi oleh Lanal Gorontalo.
TNI AL Bangun 3 Posko Antisipasi Tsunami dan Gempa di Gorontalo





