Pangkalan TNI AL (Lanal) Gorontalo mengambil langkah-langkah untuk mengamankan alat utama sistem persenjataan (alutsista) setelah terjadi gempa di Rusia yang diikuti oleh peringatan tsunami. Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya Denih Hendrata menyampaikan bahwa Lanal Gorontalo telah memberikan peringatan dini kepada penduduk pesisir untuk tetap waspada. Para nelayan diminta untuk tidak melaut sampai situasi aman. Selain itu, Lanal Gorontalo juga menyuruh Pos TNI AL (Posal) dan pos pengamat (Posmat) di sekitar wilayah tersebut untuk mengamankan personel dan material yang ada.
Komandan Lanal Gorontalo Letkol Laut (P) Hanny Chandra serta timnya melaksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat pesisir untuk mengingatkan akan bahaya tsunami dan mengajak mereka untuk tetap tenang. Mereka juga mengimbau supaya personel dan material penting diamankan ke titik kumpul dalam situasi darurat. Lanal Gorontalo juga memberikan informasi kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di laut agar juga waspada terhadap ancaman tsunami. Kolaborasi dengan posko darurat provinsi, Kantor BMKG, Kakansar, BPBD, dan Basarnas untuk saling berkoordinasi dalam memperoleh informasi terbaru telah dilakukan oleh Lanal Gorontalo.





