Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat, terutama warga pesisir, untuk menghindari pantai saat ada ancaman potensi tsunami akibat gempa di Rusia. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya evakuasi sementara daerah pesisir yang rentan terkena bencana ini. Masyarakat di wilayah teluk, seperti teluk Yotefa di Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo juga diminta untuk tetap waspada meskipun gelombang tsunami di Indonesia diprediksi kecil. Para warga disarankan untuk menjauhi pantai tidak hanya saat ancaman tsunami terjadi, tetapi juga beberapa waktu setelahnya.
Abdul mengingatkan peristiwa tsunami di Jepang pada tahun 2011 yang menjadi pembelajaran bahwa meskipun gelombang tsunami diperkirakan kecil, tetap bisa menimbulkan dampak yang serius. BMKG telah memberikan peringatan dini terkait gempa berkekuatan 8,7 magnitudo di Kamchatka, Rusia, yang mengakibatkan sepuluh daerah pesisir di Indonesia masuk status waspada tsunami. Sejumlah daerah seperti Kepulauan Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Raja Ampat, Biak Numfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi adalah daerah yang memiliki potensi tinggi terkena dampak tsunami akibat gempa tersebut. Masyarakat di daerah tersebut diimbau untuk menjauhi pantai dan tetap waspada sampai peringatan dini tsunami dicabut oleh BMKG dan situasi kembali aman. Tindakan evakuasi dini ini sangat penting guna mengurangi risiko korban jiwa akibat bencana alam yang tidak bisa diprediksi dengan pasti.





