Di Gaza, kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA menyatakan bahwa situasi krisis kemanusiaan semakin memburuk. Sebuah laporan menunjukkan bahwa satu dari tiga orang di Gaza belum makan selama berhari-hari dan anak-anak mengalami penurunan berat badan karena pasokan makanan yang sangat terbatas. Wakil Sekretaris Jenderal OCHA, Tom Fletcher, menegaskan bahwa situasi lapangan sangat memprihatinkan, dengan orang-orang terpaksa berusaha mendapatkan makanan untuk keluarga mereka bahkan dengan risiko tertembak.
Israel telah memberlakukan jeda operasi militer terbatas selama 10 jam per hari di Gaza untuk memungkinkan jalur aman bagi konvoi pengiriman makanan dan obat-obatan. Meskipun bantuan mulai masuk ke Gaza, Fletcher menekankan pentingnya distribusi bantuan yang lebih cepat dan lebih luas untuk mencegah krisis kesehatan yang lebih parah.
Fletcher juga menyerukan tindakan yang cepat dan berkelanjutan serta permintaan agar izin konvoi bantuan dipercepat. Selain itu, ia meminta agar hukum humaniter internasional dihormati dan bantuan tidak boleh diblokir, ditunda, atau diserang. Serta, pembebasan sandera juga menjadi salah satu tuntutan penting dalam situasi ini.
Otoritas Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa sejak pecahnya konflik pada tanggal 7 Oktober 2023, lebih dari 59.000 orang telah terluka dan hampir 18.000 di antaranya adalah anak-anak. Situasi krisis kemanusiaan di Gaza membutuhkan respons yang cepat dan berkelanjutan, serta bantuan dalam jumlah yang cukup untuk mencegah lebih banyak korban kelaparan dan kesehatan yang memburuk.





