Desa Kristen Taybeh di wilayah Tepi Barat menjadi target serangan aksi keji oleh pemukim Israel pada Senin dini hari. Serangan tersebut berupa pembakaran mobil dan coretan grafiti ancaman di dinding rumah para warga. Salah seorang warga Taybeh, Jeries Azar, yang juga seorang jurnalis Palestine TV, mengalami serangan langsung di rumahnya, dimana mobilnya dibakar dan rumahnya dirusak sebelum fajar.
Menyusul kejadian tersebut, otoritas Palestina mengutuk keras serangan pemukim tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan kolonialisme Israel. Kejadian ini juga mengingatkan pada tragedi keluarga Dawabsheh di desa Duma pada tahun 2015 yang juga menjadi korban pembakaran oleh pemukim Israel. Azar yang merupakan korban serangan tersebut mengungkapkan ketakutannya, terutama untuk anaknya yang masih berusia dua tahun.
Pasca serangan, tentara Israel dikerahkan ke lokasi insiden. Namun, tidak ada tersangka yang ditangkap meskipun pihak kepolisian dikirim ke desa Taybeh. Foto-foto grafiti yang dibagikan menunjukkan ancaman terhadap desa terdekat juga. Kecaman dan kutukan atas serangan tersebut juga datang dari sejumlah pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Palestina dan Duta Besar Jerman untuk Israel.
Taybeh adalah desa kecil dengan mayoritas penduduk Kristen Palestina yang sering kali menjadi target kekerasan oleh pemukim Israel. Banyak warga desa memiliki kewarganegaraan ganda, termasuk dari Amerika Serikat. Aksi kekerasan tersebut telah terjadi secara berulang dalam beberapa bulan terakhir, menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan warga setempat.





