KSAL Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan rencana penambahan lima batalyon baru Korps Marinir sebagai upaya validasi organisasi di TNI AL. Kesiapan Marinir untuk validasi tersebut sudah dipersiapkan sejak lama, termasuk dalam rangkaian perubahan pangkat Dankormar menjadi Letnan Jenderal per 10 Agustus mendatang.
Dengan naiknya pangkat Dankormar, posisinya akan berubah menjadi Panglima Korps Marinir. Penambahan lima batalyon baru akan didistribusikan di tiga komando pelaksana utama Korps Marinir, yakni Pasmar 1, Pasmar 2, dan Pasmar 3. Fokus penambahan batalyon ini adalah pada kekuatan infanteri dengan penempatan di Jakarta, Lampung, Surabaya, Ambon, dan kemungkinan di Irian Jaya.
Selain itu, Direktur Operasi Korps Marinir, Mayjen (Mar) Endi Supardi, juga merencanakan pembentukan batalyon organik di Natuna, Kepulauan Riau. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat keamanan dan kedaulatan wilayah Indonesia terutama di pulau-pulau terluar dan perbatasan. Meskipun masih dalam tahap pertimbangan yang matang karena jauh dari induk pasukan, dibutuhkan anggaran yang cukup lumayan untuk proses pembentukan tersebut. Meski begitu, batalyon organik di Natuna diharapkan dapat berperan sebagai mata dan telinga Korps Marinir dalam melindungi pulau terluar Indonesia.





