Konflik antara Thailand dan Kamboja terus berlanjut dengan pertempuran senjata di sepanjang perbatasan kedua negara. Dampak dari konflik ini telah menewaskan belasan orang dan memaksa evakuasi sekitar 100.000 warga sipil. Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menegaskan pentingnya stabilitas kawasan sebagai aset strategis bagi pembangunan nasional dan keamanan negara. Dia menyoroti peran Indonesia sebagai penengah dan penjaga perdamaian regional dalam menyelesaikan konflik antara negara tetangga. Amelia menekankan bahwa Indonesia harus menggunakan jalur diplomasi damai, baik secara bilateral maupun melalui kerangka kerja ASEAN, untuk mendorong kedua negara agar dapat menahan diri, membuka dialog, dan mencari solusi damai. Sebagai negara yang memiliki pengalaman sebagai juru damai di kawasan ASEAN, Indonesia diharapkan dapat bersikap antisipatif terhadap eskalasi konflik. Perkuat sistem deteksi dini regional, tingkatkan koordinasi dengan negara-negara ASEAN lainnya, dan persiapkan skenario evakuasi WNI di kawasan terdampak menjadi hal penting dalam menghadapi ketegangan yang terjadi. Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara agar ketegangan yang terjadi antara Thailand dan Kamboja tidak mengancam perdamaian regional dan kerja sama ASEAN yang telah dibangun dengan baik.
Konflik Bilateral Tetangga: Ancaman bagi Keamanan Regional





