Potensi Kerugian Keuangan Nissan: Sebuah Tinjauan Sejarah Manufaktur

by -198 Views

Nissan saat ini menghadapi situasi yang sulit, dan CEO barunya sedang mengambil langkah-langkah radikal untuk memperbaiki keadaan perusahaan. Produsen mobil ini baru-baru ini mengumumkan rencana penutupan tujuh pabrik, termasuk pabrik Oppama di Jepang pada Maret 2028. Selain itu, laporan terbaru dari Automotive News mengungkapkan bahwa Nissan juga akan menutup pabrik Civac di Meksiko pada Maret 2027, yang selama ini memproduksi Navara dan Frontier Amerika Latin.

Keputusan mengenai pabrik yang akan ditutup selanjutnya masih belum ada kepastian, namun Nissan berencana untuk mengurangi kapasitas produksi hingga 30% pada tahun 2027 dan merumahkan sekitar 20.000 karyawan. Sejak bulan Mei, perusahaan telah menghentikan pengembangan beberapa model kendaraan untuk fokus pada inisiatif penghematan biaya.

Selain menutup pabrik dan merumahkan pekerja, Nissan juga tengah berupaya meningkatkan kegunaan pabrik-pabrik yang tersisa menjadi 100%. Selain itu, mereka berencana untuk mengurangi biaya teknik sebesar 20% dan meminta dukungan dari para pemasok. Meskipun rencana ini dapat menghemat hingga $3,4 miliar, Nissan baru saja mencatatkan kerugian bersih sebesar 4,5 miliar dolar AS tahun lalu.

Dengan rencana pemulihan “Re:Nissan” yang sedang diterapkan, perusahaan berharap dapat mengatasi masalah keuangan mereka dan membangun kembali bisnis mereka. Meskipun belum ada kepastian mengenai langkah-langkah selanjutnya, CEO Nissan memiliki banyak pekerjaan selanjutnya yang harus diselesaikan untuk mengembalikan perusahaan ke jalur yang benar.

Source link