Mayjen TNI Kristomei Sianturi, seorang Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI yang sibuk, ternyata menyempatkan waktu untuk berolahraga lari. Dalam wawancara dengan Indonesia Defense Magazine, Kristomei mengungkapkan bahwa ia biasanya berlari sejauh 5-6 kilometer setiap hari, bahkan mencapai 10-15 kilometer di akhir pekan. Bagi Kristomei, lari adalah olahraga yang murah, hanya membutuhkan niat. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam berolahraga, meskipun tanpa jadwal tetap, lari dapat dilakukan kapan saja.
Selain manfaat fisik, Kristomei juga melihat lari sebagai sarana pelatihan mental, terutama dalam keberanian dan kesabaran. Menurutnya, saat berlari, seseorang akan melawan diri sendiri untuk mencapai finish. Kristomei juga menjelaskan bahwa ia sangat mencintai pekerjaannya sebagai Kapuspen TNI, karena memiliki passion yang membuatnya menikmati setiap tugas yang diberikan. Meskipun memiliki kesibukan sebagai Kapuspen, Kristomei juga tengah menyelesaikan program pendidikan sarjana strata tiga.
Awalnya, Kristomei memiliki cita-cita untuk menekuni bidang teknik, namun nasib membawanya menjadi seorang prajurit TNI dari kecabangan Infanteri. Meskipun tidak memiliki latar belakang militer dalam keluarganya, Kristomei merasa nyaman dengan pilihan yang diambilnya. Berkat keputusan untuk mendaftar di Akademi Militer, Kristomei akhirnya menempuh jalan yang membawanya menjadi seorang perwira. Konsistensi, keberanian, dan kecintaan terhadap pekerjaan merupakan nilai-nilai yang Kristomei pegang teguh dalam setiap langkahnya sebagai seorang prajurit TNI.





