Direktur Utama ITM, Mulianto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah terhadap ITM sebagai mitra pembangunan Pusat Persemaian Mentawir. Bagi ITM, menyelesaikan proyek ini bukan hanya sekadar memenuhi mandat, tetapi juga menjadi bukti komitmen perusahaan dalam melestarikan hutan dan lingkungan. Proyek ini memperkuat posisi ITM sebagai perusahaan energi yang menjadikan keberlanjutan sebagai inti dari aktivitasnya.
Kolaborasi multipihak antara ITM, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian PUPR telah membawa pembangunan Pusat Persemaian Mentawir ke tahap yang diresmikan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia pada 4 Juni 2024. ITM telah lama terlibat dalam rehabilitasi ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati, seperti pembangunan Arboretum seluas 270 hektar oleh anak usahanya, PT Indominco Mandiri. Wilayah tersebut kini menjadi habitat bagi flora dan fauna endemik Kalimantan.
Selain itu, ITM juga aktif dalam program penanaman pohon untuk rehabilitasi DAS. Hingga kuartal pertama 2025, ITM dan anak usahanya berhasil merestorasi area DAS seluas 26,800.42 hektar dan sudah diserahkan kepada Pemerintah. Program rehabilitasi DAS ITM tersebar di berbagai wilayah, termasuk Ibu Kota Nusantara, Taman Nasional Kutai, dan Bukit Menoreh-Borobudur.
Serah terima Pusat Persemaian Mentawir menunjukkan bahwa proyek lingkungan dengan pendekatan kolaboratif, transparan, dan terukur dapat menjadi warisan berkelanjutan bagi Bangsa. Pusat Persemaian Mentawir bukan hanya merupakan infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kerja sama lintas sektor untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan tangguh.





