Kisah Demo Supir Truk Menakutkan di Pasar Induk Kramat Jati

by -127 Views

Pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur merasakan dampak naiknya harga sayuran beberapa hari yang lalu. Mereka menduga kenaikan harga disebabkan oleh aksi demo supir truk yang terjadi baru-baru ini. Para pedagang merasakan penurunan pasokan sayur-sayuran karena truk pengangkut tidak melakukan pengiriman, terutama dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut Sobri, seorang pedagang di pasar tersebut, pelanggan juga mulai sepi karena sedang menyiapkan dana untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya.

Kekhawatiran pedagang semakin meningkat dengan kabar akan adanya demo susulan pada akhir bulan ini. Mereka mempertimbangkan kemungkinan kenaikan harga sayuran dan dampaknya terhadap pelanggan. Meskipun demikian, pedagang tidak menyalahkan supir truk karena memahami hak mereka untuk menyuarakan keluhan terkait pembatasan truk ODOL.

Narsih, salah seorang pedagang lainnya, juga merasakan kegelisahan terhadap demo supir truk yang berdampak pada bisnisnya. Ia harus memutar otak agar tetap mendapatkan pelanggan di tengah kondisi harga yang fluktuatif. Hal ini semakin diperparah dengan kabar adanya demo susulan yang mungkin terjadi. Meski sebagian sayuran di Pasar Kramat Jati sudah mulai berangsur normal, harga beberapa jenis sayuran masih cukup tinggi seperti tomat, cabai, dan bawang-bawangan. Berikut adalah daftar harga sayuran terkini di pasar tersebut:

– Sawi: Rp 12.000 per kg, sempat mencapai Rp 30.000 per kg.
– Daun seledri: Rp 30.000 per kg, sempat naik hingga Rp 120.000 per kg.
– Daun bawang: Rp 15.000 per kg, sempat melonjak ke Rp 40.000 per kg.
– Tomat: Rp 30.000 per kg, sempat naik hingga Rp 50.000 per kg.
– Bawang merah: Rp 40.000 per kg, sempat mencapai Rp 60.000 per kg.
– Bawang putih: Rp 45.000 per kg, sempat naik hingga Rp 70.000 per kg.
– Cabai rawit merah: Rp 70.000 per kg, sempat mencapai Rp 100.000 per kg.
– Cabai merah keriting: Rp 50.000 per kg, sempat naik hingga Rp 80.000 per kg.
– Kentang: Rp 15.000 per kg, sempat mencapai Rp 20.000 per kg.
– Wortel: Rp 14.000 per kg, sempat naik hingga Rp 20.000 per kg.

Meski demikian, pedagang tidak menyerah dan terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas sayuran yang mereka jual. Mereka berharap situasi pasar dapat kembali normal dan tidak terpengaruh oleh kerusuhan yang terjadi akibat demo supir truk. Jadi, di tengah ketidakpastian, para pedagang tetap optimis dan berharap yang terbaik untuk keberlangsungan bisnis sayuran mereka.

Source link