Potensi Pengganti Khamenei: 2 Calon Terkuat Iran

by -166 Views

Proses pencarian pengganti Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah mengalami percepatan signifikan di tengah eskalasi konflik militer dengan Israel dan Amerika Serikat. Lima sumber yang mengetahui diskusi internal mengatakan bahwa sebuah komite rahasia yang terdiri dari tiga ulama senior, yang dibentuk oleh Khamenei dua tahun lalu, saat ini sedang intensif merencanakan suksesi.

Khamenei, yang saat ini berusia 86 tahun, dilaporkan telah meninggalkan kediamannya bersama keluarganya dan berada di bawah perlindungan pasukan elite Garda Revolusi, Vali-ye Amr. Ia secara rutin menerima update mengenai perkembangan diskusi suksesi, menurut seorang pejabat keamanan tinggi Iran.

Dua kandidat utama yang muncul dalam diskusi internal sebagai calon kuat pengganti Khamenei adalah Mojtaba Khamenei, putra dari sang Pemimpin Tertinggi, dan Hassan Khomeini, cucu dari pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Mojtaba dikenal sebagai figur konservatif dengan pandangan yang mirip dengan ayahnya, sementara Hassan dipandang sebagai sosok yang lebih moderat dan dapat diterima baik di dalam negeri maupun internasional.

Meskipun Mojtaba dianggap sebagai pilihan kesinambungan, sebagian pihak di dalam kekuasaan menyadari bahwa suksesi dari ayah ke anak dapat memunculkan kekhawatiran akan kembalinya sistem monarki yang ditentang oleh Revolusi Islam Iran. Jika Khamenei wafat, proses penunjukan pemimpin baru bisa menjadi proyek yang penuh tantangan, terutama mengingat kondisi politik dan militer yang sedang tidak stabil di Iran.

Selain dua kandidat utama, beberapa nama lain telah tersingkir dari bursa suksesi. Dengan segala tantangan dan kompleksitas yang dihadapi, siapapun yang menggantikan Khamenei harus siap menghadapi krisis ekonomi, ketidakpuasan rakyat, serta tekanan dari luar negeri melalui sanksi dan ancaman militer. Artinya, proses suksesi kepemimpinan di Iran masih memiliki banyak ketidakpastian yang perlu diatasi.

Source link