Strategi Mendongkrak Reputasi Pasar dengan Efektif!

by -139 Views

Koordinator Penjangkauan Komunitas Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) di Indonesia, Andre Barahamin, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan tambang dalam proses audit berbasis standar IRMA adalah suatu pilihan sukarela tanpa adanya paksaan. Meskipun begitu, dampaknya terhadap reputasi perusahaan dan penerimaan pasar terhadap produk tambang dapat sangat signifikan. Menurut Andre, keterlibatan perusahaan dalam standar IRMA didorong oleh pasar dan industri yang mengakui pentingnya standar tersebut.

Proses audit IRMA sendiri tidak hanya dilakukan sekali dan selesai, melainkan merupakan audit yang berjenjang. Hal ini sebagai bagian dari keyakinan bahwa proses perbaikan adalah proses panjang yang memerlukan kesabaran. Keuntungan dari Audit IRMA sendiri dapat dilihat dari tiga aspek utama. Pertama, peningkatan reputasi pasar yang merupakan kunci bagi banyak perusahaan. Kedua, peningkatan penerimaan dari masyarakat sipil, seperti LSM lingkungan, kelompok buruh, dan masyarakat terdampak. Dan ketiga, dorongan terhadap perbaikan tata kelola perusahaan tambang menuju praktik yang lebih transparan dan bertanggung jawab.

IRMA saat ini tengah melakukan audit untuk 101 perusahaan pertambangan di 36 negara, termasuk perusahaan tambang nikel asal Indonesia seperti PT Vale Indonesia dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel. PT Vale Indonesia mengalami audit di Sorowako, Sulawesi Selatan, sementara Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Harita telah berkomitmen untuk diaudit oleh IRMA sejak tahun 2024. Dengan demikian, partisipasi perusahaan dalam proses audit IRMA diharapkan dapat membawa manfaat yang signifikan bagi perusahaan, reputasi pasar, dan tanggung jawab sosial perusahaan tambang.

Source link