Utang RI Aman Menurut Bank Dunia: Pertimbangkan Cicilannya

by -142 Views

World Bank (Bank Dunia) mengamati bahwa level utang pemerintah di Indonesia masih tergolong lebih rendah daripada rerata negara-negara berpendapatan menengah. Meskipun demikian, rasio bunga cicilan utang terhadap pendapatan dianggap cukup tinggi. Menurut Lead Economist World Bank Indonesia dan Timor Leste, Habib Rab, dalam acara “People-First Housing: A Roadmap From Homes to Jobs to Prosperity in Indonesia,” di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, tingkat utang pemerintah di Indonesia berada sekitar 40% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan rerata negara berpendapatan menengah mencapai 55%.

Di sisi lain, rasio bunga terhadap pendapatan di Indonesia cukup tinggi, sekitar 20%. Rab menjelaskan bahwa ini jauh lebih besar dibandingkan dengan rata-rata negara berpendapatan menengah (8,5%), negara berpendapatan menengah ke atas, maupun negara berpendapatan tinggi. Pengumpulan pendapatan pemerintah yang dianggap rendah menjadi faktor penting dalam hal ini, karena biaya pembayaran bunga utang membutuhkan bagian yang lebih besar dari pendapatan yang terbatas.

Tidak hanya itu, Rab juga menyebutkan bahwa pasar keuangan di Indonesia cenderung dangkal. Hal ini bisa membuat perusahaan lebih mudah untuk menghindari atau mengurangi pembayaran pajak. Selain itu, faktor ketidakpastian dalam suatu periode dapat meningkatkan imbal hasil obligasi dan spread obligasi, terutama saat suku bunga global cenderung tinggi. Semua tantangan ini saling terkait di tengah volatilitas pasar keuangan yang tinggi.

Dalam konteks ini, Rab menegaskan pentingnya disiplin fiskal dan moneter untuk menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi, dengan memperhatikan pengelolaan pendapatan negara dan kestabilan pasar keuangan. Keterlibatan World Bank dapat memberikan pandangan yang lebih holistik terhadap kondisi ekonomi Indonesia dan memunculkan berbagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Source link