Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mengalami variasi. Investor secara aktif mengamati perkembangan terbaru di Timur Tengah sambil mempertimbangkan kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (the Fed). Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,22%, berakhir pada level 5.967,84. Sedangkan Nasdaq melemah 0,51% dan Dow Jones naik tipis 0,08%, ditutup pada angka 42.206,82. Selama seminggu terakhir, indeks S&P 500 turun 0,2%, sedangkan Dow Jones menguat 0,02% dan Nasdaq bertambah 0,2%.
Saham chip terpantau melemah setelah laporan dari the Wall Street Journal mengenai kemungkinan pencabutan keringanan untuk beberapa produsen semikonduktor. Saham Nvidia turun lebih dari 1%, sedangkan Taiwan Semiconductor Manufacturing mengalami penurunan hampir 2%. Saham VanEck Semiconductor ETF (SMH) juga turun hampir 1%.
Meskipun awalnya indeks S&P 500 mengalami kenaikan, hal tersebut terjadi setelah Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, mengindikasikan kemungkinan pemotongan suku bunga pada bulan Juli. Waller menyatakan bahwa pilihan untuk melakukan pemotongan suku bunga paling cepat akan dilakukan pada bulan Juli, meskipun hal itu masih perlu persetujuan komite. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar dalam mengantisipasi kebijakan bank sentral ke depan.





