Bursa Saham Asia Anjlok Usai Serangan Amerika ke Situs Nuklir Iran

by -130 Views

Pada perdagangan Jumat, 20 Juni 2025, bursa saham Asia Pasifik mengalami variasi. Hal ini terjadi setelah China memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu, investor juga tengah memantau ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sedang mempertimbangkan apakah akan memberikan dukungan militer kepada Israel untuk menyerang Teheran. Keputusan final dijanjikan akan diambil dalam dua minggu ke depan oleh Gedung Putih.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 1,26% ke posisi 23.530. Sementara itu, indeks CSI 300 di China stagnan di posisi 3.846,64 setelah Bank Sentral China memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pinjaman 1 tahun di 3% dan suku bunga pinjaman lima tahun di 3,5%.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup 0,22% lebih rendah ke posisi 38.403,23, sementara indeks Topix melemah 0,75% ke posisi 2.771,26. Tingkat inflasi inti di negara ini juga mengalami kenaikan menjadi 3,7% pada bulan Mei, mencapai level tertinggi sejak Januari 2023.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,48% dan ditutup pada posisi 3.021,84, mencapai level tertinggi dalam 42 bulan setelah pertama kali melewati angka 3.000 dalam 42 bulan pertama sesi perdagangan. Indeks Kosdaq juga naik 1,15% ke posisi 791,53.
Sementara itu, di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,21% ke posisi 8.505,50. Sedangkan indeks Nifty 50 naik 1,05%. Selengkapnya bisa dibaca di sumber berita yang ada.

Source link