Bank-bank besar pelat merah mengalami penurunan harga saham dalam sebulan terakhir, meskipun sempat menguat setelah titik terendah pada akhir Maret 2025. Saham BMRI, BBRI, dan BBNI turun secara signifikan hingga penutupan sesi perdagangan. Meskipun demikian, hal ini memberikan peluang bagi investor yang mencari pendapatan pasif melalui dividen.
Menurut tim riset Stockbit Sekuritas, penurunan harga saham sebenarnya meningkatkan potensi dividend yield yang menarik bagi investor. Tiga saham bank pelat merah diproyeksikan dapat memberikan dividend yield minimum di atas 7%, tergantung pada pertumbuhan laba dan dividend payout ratio (DPR). Edi Chandren, Analis Investasi Lead Stockbit, menegaskan bahwa koreksi harga saham bank BUMN memberikan kesempatan yang menarik bagi investor jangka menengah.
Simulasi potensi yield BMRI sendiri dapat mencapai 10,1% dengan kombinasi pertumbuhan laba dan DPR yang tepat. Berbagai skenario pertumbuhan laba dan DPR telah dipertimbangkan, sehingga investor dapat melihat berbagai kemungkinan yield yang bisa didapatkan. Meskipun dalam skenario konservatif, BMRI tetap menjadi opsi yang solid dengan yield di atas 7%.
Dengan valuasi saham yang sedang turun dan kebijakan dividen yang masih menarik, saham BMRI diharapkan dapat menjadi pilihan yang menguntungkan bagi pemburu yield. Pengetahuan ini tentunya memberikan gambaran bagi para investor mengenai potensi saham dalam memberikan keuntungan lewat dividen.





