Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) tengah mempertimbangkan potensi pengadaan alutsista pesawat tempur nirawak dari Turki. Komandan Puspenerbal, Laksamana Muda Bayu Alisyahbana, baru-baru ini dikabarkan mendapatkan paparan teknis mengenai drone tempur buatan Turkish Aerospace Industries dan Baykar selama kunjungannya di pameran Indo Defence 2024. Menurut Kepala Dinas Penerangan Puspenerbal, Kolonel Laut Rohman Arif, hal ini merupakan bagian dari upaya penguatan kekuatan udara taktis Puspenerbal. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga telah mengungkapkan rencana pengembangan kekuatan TNI AL melalui pembelian drone Bayraktar Akinci dan Anka dari Turki karena kecanggihannya dalam medan perang.
Bayraktar Akinci memiliki kemampuan tinggi dengan daya tahan lama, serta dapat menyerang sasaran di darat dan udara serta melakukan manuver mirip jet tempur. Drone ini dirancang untuk beroperasi dengan konfigurasi amunisi yang berbeda agar dapat ditingkatkan teknologinya sesuai kebutuhan masa depan. Selain itu, drone ini telah dilengkapi dengan berbagai teknologi tinggi seperti sistem komunikasi satelit, radar udara-ke-udara, sistem pendukung elektronik, radar penghindar tabrakan, serta radar aperture sintetis.
Indonesia pun akan mendatangkan drone Anka setelah meneken kontrak dengan Turkish Aerospace Industries untuk pembelian 12 unit. Tujuan dari kerja sama ini adalah agar militer Indonesia dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dalam bidang sistem pertahanan dan keamanan. Dari 12 unit tersebut, direncanakan enam pesawat akan dirakit di dalam negeri sementara sisanya akan dikirim selama 32 bulan setelah kontrak berlaku. Drone Anka dapat membawa muatan hingga 200 kilogram, mampu terbang hingga 30.000 kaki, dan memiliki ketahanan hingga 24 jam. Dengan dilengkapi kamera HD Day & Night serta radar apertur synthetic, drone ini juga memiliki kemampuan multi-target tracking dan laser range finder.





