PT PAM Mineral Tbk melaporkan peningkatan signifikan laba tahun berjalan sebesar 1.473,69% year on year (yoy) menjadi Rp 193,13 miliar pada kuartal I 2025, dibandingkan dengan Rp 12,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami lonjakan sebesar 1.481,13% menjadi Rp 192,85 miliar.
Perusahaan telah menetapkan sejumlah strategi untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk melanjutkan kegiatan pengeboran untuk memperkuat cadangan mineral. Target produksi tahun 2025 ditetapkan sebesar 809.875 WMT dengan volume penjualan yang direncanakan mencapai 2,6 juta ton bijih nikel.
NICL juga fokus pada penerapan prinsip ESG dan GCG, pembaruan studi kelayakan, peningkatan kapasitas produksi entitas anak, dan digitalisasi sistem melalui pengembangan bank data berbasis algoritma. Perusahaan juga tengah menyelesaikan akuisisi PT Sumber Mineral Abadi dan memperluas jaringan pemasaran dengan smelter dan trader di Sulawesi dan Halmahera.
Dengan berbagai langkah tersebut, NICL optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan, memperkuat kontribusi terhadap industri, dan menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
PAM Mineral Bagi Dividen Interim 2025 Rp 159,53 Miliar





