Mantan Penasihat Presiden AS Puji Kebijakan Prabowo: Analisis Terbaru

by -140 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merencanakan untuk melonggarkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dengan alasan bahwa aturan TKDN dapat mengurangi daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Mantan penasihat presiden AS, Arthur B. Laffer, memberikan penilaian positif terhadap wacana Presiden Prabowo tersebut, menyatakan bahwa untuk meningkatkan perdagangan, pemerintah perlu mengurangi regulasi yang menghambat. Laffer juga menyarankan agar Indonesia dapat memproduksi barang-barang yang bisa diproduksi dengan baik dan menjualnya ke seluruh dunia, serta membeli barang-barang yang tidak dapat diproduksi dengan baik dari seluruh dunia.

Selain itu, Laffer juga menyarankan pemerintah Indonesia untuk menetapkan tarif perpajakan yang serendah mungkin dan memiliki regulasi yang lebih ringan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan pendapatan dari produk-produk tersebut dapat meningkat. Bahkan, menurut Laffer, jika kedua saran tersebut dijalankan dengan baik, Indonesia bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada tahun 2029. Sebelumnya, Prabowo telah mengungkapkan bahwa aturan TKDN dapat membuat daya saing Indonesia menurun, sehingga ia meminta kebijakan TKDN dibuat lebih fleksibel dan realistis. Prabowo juga menekankan pentingnya faktor kemampuan dalam negeri, luas wilayah, pendidikan, iptek, dan sains dalam merumuskan kebijakan tersebut.

Source link