Kenaikan Harga Beras Menular: Panggilan Penggilingan Padi Naikkan HPP Gabah

by -169 Views

Pelaku usaha penggilingan padi dan mitra Perum Bulog mengusulkan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering giling (GKG) kepada pemerintah. Mereka mengalami dampak biaya penggilingan akibat penerapan HPP gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kg. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Andriko Noto Susanto, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025. Keputusan pemerintah tentang HPP GKP telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kg untuk semua jenis gabah yang dipanen. Selain itu, dalam aturan yang berlaku sebelumnya, pemerintah belum menetapkan HPP untuk GKG dan beras. Usulan kenaikan HPP GKG ini muncul di tengah terjadinya kenaikan harga beras yang merata di berbagai wilayah di Indonesia.

Pada rapat yang sama, Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa harga beras masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan Indeks Pembelian Hasil Pekerjaan (IPH). Data menunjukkan bahwa jumlah lokasi yang mengalami kenaikan harga beras semakin luas, mencapai 133 lokasi pada pekan kedua bulan Juni 2025. Sementara itu, harga beras di Zona I, Zona 2, dan Zona 3 mengalami kenaikan, dengan harga tertinggi mencapai Rp54.772 per kg di Kabupaten Intan Jaya. Harga rata-rata nasional untuk semua jenis kualitas beras juga terus meningkat.

Di sisi lain, Deputi III Bidang Perekonomian KSP, Edy Priyono, mengatakan bahwa kondisi harga beras medium di Zona 3 saat ini sudah tidak aman, meskipun disparitas harga antar daerah masih dalam kategori sedang. Harga beras di Zona 1 dan 2 juga dikategorikan sebagai waspada karena sudah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebagai solusi, Bapanas meminta intervensi harga beras harus dilakukan karena harga beras medium secara nasional telah melebihi HET. Dengan harga beras di atas HET, diperlukan intervensi untuk Zona I, Zona 2, dan Zona 3.

Source link