Pada hari Senin, 16 Juni 2025, bursa saham Asia Pasifik mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, serta penilaian terhadap data dari China. Harga minyak naik akibat saling serang antara Israel dan Iran, sementara harga emas juga menguat karena investor mencari perlindungan. Menurut Kepala Riset Julius Baer, Christian Gattiker, investor menjadi lebih fokus pada apakah konflik ini akan semakin besar dan berlangsung lebih lama. Di China, angka penjualan ritel naik 6,4% dari tahun sebelumnya, sementara pertumbuhan output industri melambat menjadi 5,8%. Berbagai indeks saham di Asia Pasifik mengalami kenaikan, seperti CSI 300 di China Daratan, Indeks Hang Seng di Hong Kong, Nikkei 225 di Jepang, Kospi di Korea Selatan, dan Nifty 50 serta BSE Sensex di India. Di Australia, S&P/ASX 200 ditutup datar. Sejumlah faktor yang mempengaruhi pergerakan bursa saham Asia Pasifik tersebut menciptakan peluang baik bagi para pedagang untuk memanfaatkan situasi ini.
IHSG 16 Juni 2025: Saham MEDC Bertahan, Indeks Ditutup Memerah





