Menjelang bulan Juni 2025, proyeksi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak moderat. Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, tren historis kenaikan IHSG di bulan Juni memiliki potensi untuk terulang kali ini. Dukungan dari faktor positif baik domestik maupun internasional diyakini akan mempengaruhi arah IHSG. Perkiraan tersebut menunjukkan bahwa IHSG kemungkinan akan bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, berada dalam kisaran angka 7.000 hingga 7.300. Jika tetap didukung oleh pembelian asing yang kuat, stimulus dalam negeri, dan stabilitas nilai tukar, IHSG bisa menembus resistance di angka 7.300. Faktor lain yang mungkin menjadi pendorong kenaikan adalah window dressing akhir semester dan aktivitas investor yang mulai menyusun portofolio menjelang publikasi laporan keuangan kuartal II.
Secara menyeluruh, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada bulan Juni 2025 meliputi stimulus yang diberikan oleh pemerintah, penurunan suku bunga penjaminan oleh LPS, pemangkasan BI Rate, dan harapan bahwa The Fed akan tetap memberikan kebijakan yang mendukung pertumbuhan. Namun, tetap perlu diwaspadai adanya risiko global terutama dari perubahan tarif dagang AS serta ketegangan geopolitik. Diperkirakan bahwa Rupiah akan menguat ke level Rp16.000/USD dan arus dana asing pun mulai masuk kembali, sehingga para pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan rotasi sektor dan tetap aware terhadap potensi ketidakstabilan eksternal.Semua pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap pergerakan pasar yang mungkin terjadi.





