Negara Arab Ini Bersiap Perang Melawan Israel, Bukan Iran

by -28 Views
Negara Arab Ini Bersiap Perang Melawan Israel, Bukan Iran

Jakarta, CNBC Indonesia – Eskalasi di wilayah Timur Tengah masih memanas. Ini terjadi setelah serangan kelompok milisi penguasa Gaza Palestina, Hamas, ke wilayah Israel yang memicu serangan balik membabi buta dari Tel Aviv.

Hingga saat ini serangan itu telah memicu beberapa kelompok di dunia Arab mengambil tindakan. Milisi penguasa Yaman Houthi, misalnya, telah menunjukkan solidaritas kepada Hamas dan Gaza dengan melakukan serangan terhadap kapal-kapal milik Israel dan sekutu di Laut Merah.

Namun baru-baru ini, Mesir dilaporkan berencana untuk melancarkan perang dengan Israel. Hal ini disampaikan perwira senior di Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Kolonel Eli Dekel.

Dalam tulisannya di situs berita Nziv, Rabu (27/3/2024), Dekel menjelaskan adanya peningkatan kekuatan militer tentara Mesir di Sinai sejak tahun 2004, dan terutama sejak tahun 2008. Pengembangan kemampuan militer Negeri Piramida juga mulai melonjak tajam pada 2014.

“Pada tahun 2014, setelah masa kerusuhan regional dan penggulingan Ikhwanul Muslimin dari kekuasaan di Mesir pada tahun 2013, pembangunan infrastruktur militer di Sinai dipercepat, dan pada saat yang sama proses pembelian senjata canggih mulai dilakukan,” tulis Dekel dalam tulisannya, dikutip Middle East Monitor.

“Proses ini membuat tentara Mesir menduduki peringkat ke-12 tentara paling kuat di dunia dan mendorong Israel ke peringkat ke-18 secara global.”

Dekel memaparkan bahwa sebagian besar pihak di Israel tidak begitu memperhatikan hal ini karena merasa bahwa Mesir bukanlah ancaman terbesarnya. Padahal, menurutnya, saat ini hubungan kedua negara dalam situasi yang dingin.

“Namun yang terjadi justru sebaliknya, hubungan yang bermusuhan (dikenal sebagai perdamaian dingin) semakin meningkat dan Mesir mempertahankan kerja sama keamanan dengan Israel, yang kini dilarang untuk dipublikasikan,” tambahnya.

Pensiunan perwira Israel itu mengkritik kepemimpinan politik dan keamanan di Israel karena memperlakukan Mesir sebagai negara sahabat dan bukan musuh. Ia menekankan bahwa hal ini menimbulkan ancaman keamanan bagi Israel, sehingga Tel Aviv perlu mengarahkan sumber daya militer untuk melindungi diri.

Dekel juga menyentil bagaimana intelijen Israel kebobolan dalam mengantisipasi serangan mendadak Mesir pada Perang Oktober 1973. Ia menyebut ketika para intelektual dan mereka yang tertarik dengan urusan Mesir, mereka meneliti tentang niatan Kairo menjadi patron di Afrika dan Dunia Arab saja.

“Bahkan jika evaluasi saya terhadap niat perang Mesir pada dasarnya salah, dan Presiden Mesir Al-Sisi hanya berpikir baik tentang Israel, namun menurut saya kurangnya persiapan tentara Israel menghadapi potensi konfrontasi militer dengan Mesir merupakan kelalaian kriminal,” ujarnya lagi.